«Bayangkan menjalani Ramadan jauh dari kesibukan dunia, memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, dan menikmati hari-hari yang lebih fokus untuk mendekat kepada Allah.»
Program Umroh I’tikaf 33 Hari
Tidak ada alarm untuk berangkat ke kantor.
Tidak ada kemacetan.
Tidak ada kesibukan pekerjaan yang membuat waktu ibadah terasa terbatas.
Yang ada adalah waktu untuk shalat.
Membaca Al-Qur'an.
Berdzikir.
Berdoa.
Dan berada di tempat yang setiap hari dirindukan jutaan umat Islam.
Mungkin selama ini kita selalu berkata,
“Nanti kalau ada kesempatan...”
Tapi kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Seringkali niat tulus untuk beribadah maksimal di bulan suci terhalang oleh rutinitas harian yang padat.
Tuntutan pekerjaan dan bisnis tetap berjalan tanpa henti, menyita waktu dan energi utama Anda.
Kesibukan domestik dan aktivitas harian keluarga yang terus menuntut perhatian penuh.
Waktu membaca Al-Qur’an dan tadabbur seringkali tergesa-gesa di sela-sela waktu istirahat.
Keinginan menjalani i’tikaf khusyuk sering kali hanya menjadi rencana karena keterbatasan waktu.
«Kita sering berharap Ramadan kali ini bisa lebih baik dari Ramadan sebelumnya. Tapi kesibukan datang lagi. Hingga Ramadan berlalu... dan kita kembali berkata: “Andai tahun ini saya bisa lebih banyak beribadah.”»
Bukan sekadar datang ke Tanah Suci.
Bukan sekadar melaksanakan umroh.
Tetapi memberikan waktu khusus untuk diri sendiri.
Untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia.
Untuk memperbanyak ibadah. Untuk bermunajat. Untuk membaca Al-Qur'an.
Dan menikmati suasana Ramadan di kota Rasulullah ﷺ.
3 Hari Makkah + 30 Hari Madinah
Umroh & ibadah di Masjidil Haram
Makkah → Madinah
Program i’tikaf & memperbanyak ibadah
Kembali ke Tanah Air dengan jiwa yang baru
«Karena program ini bukan sekadar perjalanan umroh biasa. Fokus utamanya adalah memberikan waktu yang panjang untuk beribadah dan menjalani program i’tikaf di Madinah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah, perjalanan dilanjutkan ke Madinah untuk menjalani sebagian besar waktu program di sekitar Masjid Nabawi.»
Untuk menunaikan ibadah umroh secara khusyuk dan tertib.
Untuk memperbanyak ibadah, i'tikaf, dan menetap di kota Rasulullah ﷺ.
Ilustrasi keseharian pola ibadah yang tenang dan teratur di Masjid Nabawi.
Shalat Subuh berjamaah dilanjutkan memperbanyak dzikir pagi hingga syuruq.
Waktu tenang membaca Al-Qur’an, shalat Dhuha, dan istirahat sejenak.
Istirahat cukup dan kembali bersiap menuju Masjid Nabawi sebelum Dzuhur.
Kembali mempersiapkan diri menuju masjid, memperbanyak doa jelang berbuka.
Merasakan indahnya kebersamaan berbuka puasa di dalam Masjid Nabawi.
Shalat Isya, Tarawih, Lailatul Qadr, serta doa malam yang syahdu.
Fasilitas dan lingkungan dirancang mendukung kekhusyukan ibadah Anda.
Memaksimalkan waktu untuk beribadah dan menetap lebih lama selama berada di Madinah.
Memiliki waktu yang jauh lebih panjang untuk membaca, menghafal, dan mentadabburi Al-Qur’an.
Menggunakan momentum keemasan Ramadan untuk memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab.
Merasakan suasana Ramadan yang tenang, penuh kedamaian, dan keberkahan di Madinah.
Mengawali perjalanan suci dengan ibadah umroh di Masjidil Haram Makkah.
Pendampingan ibadah sesuai fasilitas dan layanan terbaik yang diberikan pihak travel.
* Detail itinerary dapat berubah menyesuaikan jadwal penerbangan, kondisi operasional, dan ketentuan travel.
Kesibukan akan kembali.
Pekerjaan akan kembali.
Rutinitas akan kembali.
Tetapi kesempatan untuk menghabiskan 33 hari di Tanah Suci mungkin tidak selalu datang.
Jika Allah memberikan kesempatan, apakah kita siap mengambilnya?
Informasi lengkap rincian fasilitas program i'tikaf.
3 Hari Makkah + 30 Hari Madinah
Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang amanah dan transparan.
No. Izin: [Nomor Izin PPIU]
[Alamat Lengkap Travel Anda]
Respons Cepat & Ramah
Track Record Keberangkatan
“[Pengalaman luar biasa dapat fokus beribadah tanpa memikirkan hal lain. Bimbingan sangat membantu selama di Madinah.]”
“[Suasana Ramadan di Madinah sungguh tenang. Terima kasih atas pelayanan dan pendampingannya.]”
“[Sangat merekomendasikan program i'tikaf ini bagi siapa saja yang ingin merasakan kekhusyukan penuh.]”
33 hari mungkin terdengar panjang.
Tetapi dibandingkan dengan seluruh waktu yang telah kita habiskan untuk mengejar dunia, bukankah kita layak memberikan sebagian waktu untuk mendekat kepada Allah?
3 Hari Makkah. 30 Hari Madinah.
33 Hari untuk sebuah perjalanan yang insyaAllah penuh makna.